Jumat, 24 Juni 2011

Hukum mengeluarkan MANI dengan tangan


Soal :
Bagaimana hukumnya mengeluarkan mani dengan tangan ?
Jawab :
Sebelum nya kami akan menjelaskan bahaya mengeluatkan mani dengan tangan menurut ilmu kesehatan, yang dalam bahasa arab disebut  Jalkhah bagi yang mengerjakannya laki-laki dan Ilthaaf bagi perempuan.  Perbuatan ini sering dilakukan oleh ana-anak muda yang sudah baligh atau orang yang tidak mempunyai istri atau suami. Perbuatan ini lebih berbahaya dibandingkan dengan banyak jimak (bersetubuh). Menurut ilmu kesehatan perbuatan ini dapat melemahkan kekuatan badan, otak dan urat-urat dan sering kali orang yang berbuat hal tersebut itu kena penyakit SHOR’U sawan atau kena penyakit gila. Maka dari sebab bahay tersebut pantaslah bahwa shahabat-shahabat Nabi SAW dan kebanyakan Ulama-ulama mengharamkan perbuatan tersebut.
Sebagaimana Imam Syafi’ie, beliau menghukum hal tersebut haram dengan beralasan Firman Allah SWT Surat Al-Mu’minin 5-7 artinya :
Dan (berbahagialah) mereka yang menjaga kemaluan mereka melainkan terhadap  isteri mereka sendiri  atau hamba-hamba  perempuan yang mereka miliki ; sesungguhnya mereka itu (dengan perbuatan tersebut), tidak tercela ; dan barang siapa yang menghendaki selain dari pada itu, maka adalah mereka melanggar batas.
                Maksud ayat ini menurut Faham Syafi’ie bahwa mengeluarkan mani dengan perantaraan selain isterinya sendiri atau jahiriyah itu haram, karena perbuatan itu dinamai oleh Allak melanggar batas.
                Dalam riwayat lain (H.R. Al-Imamul-Hasan bin ‘Arrfah) artinya :
Telah berkata Anas bi Malik : Bahwa Nabi SAW pernah bersabda : Tujuh orang yang Allah tidak suka melihat mereka dai hari kiamat dan tidak diperbaiki dan tidak pula dikumpulkan bersama-sama orang yang beramal (baik) dan akan dimasukkan mereka di neraka, melainkan mereka taubat  dan siapa yang taubat niscaya Allah berikan taubat atasnya yaitu orang yang kawin (mengeluarkan mani) dengan tangannya dan orang yang berbuat, dan orang uang diperbuatinya (antara laki-laki) dan orang yang senantiasa minum arak, dan orang yang memukul kedua ibu bapaknya sehingga mereka kedua itu berteriak meminta tolong, dan orang yang menganiaya kepada tetangga-tetangganya sehingga mereka itu melaknatinya dan orang yang berzina dengan isteri tetangganya.

ALLAH MAHA TAHU SEGALANYA

Untuk referensi makalah, jurnal, skrpsi dan tesis dapat kunjungi :
www.makalahjurnalskripsitesis.blogspot.com

14 komentar:

  1. lantas bagaimana kalau dengan sengaja mengeluarkan mani tpi tidak keluar....itu hukumnya bagaimana..dan apakah harus mandi wajib tolong penjelasanya

    BalasHapus
  2. Namanya sengaja... Itu adl sbuah niat ingin mlakukan... Keluar 9 keluar tetap haram... Dan hrus tetap mandi wajib

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  4. bagaimana kalo masih 11 thn. anak tau-tau keluar mani'nya ... Dan dia Sholat sudah 3thn. Dan baca Al-QURAN. dia sudah tamat .... Apa hukum'nya ??? tolong Jawab ...

    BalasHapus
  5. gmna kalo misalkan mengeluarkannya karena sifat penasaran ??
    Dosa apa nggak ?
    Mohon penjelasannya

    BalasHapus
  6. ilmu yang bermanfaat sekali buat saya .

    BalasHapus
  7. bagaimana kalau orang itu tidak boleh berhenti?? tolong jawab kerana teman saya yang minta untuk menayakan soalan tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. kawan kamu ke atau kamu..

      Hapus
  8. tmen apa kmu??
    hahaha

    BalasHapus
  9. bagi org yg sudah beristri melakukan seperti itu hukum na haram,, tapi kalu belum beristri apa hukum na,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang belum beristri, haram ga?

      Hapus
  10. bagaimana cara menghilangkan hadast besar tersebut?....apakah dgn mandi wajib.

    BalasHapus

Anda dapat memberikan pertanyaan maupun komentar di sini.